Sabtu, Oktober 10, 2015

Ep 1 # Cinta

Dahulu.Saya menulis sesuatu di blog (khadijahmustafa) second blog. Akan tetapi blog nie dah jatuh sangat terjunam sampailah saat ini baharulah saya nak lakukan sesuatu.Tajuk nya hampir sama dengan tajuk sebelum ini.Tetapi saya hanya put sahaja cinta itu. Saya ingin siapkan satu manuskrip mengenai hal cinta nie tetapi selalu tersadung akibat tidak ada idea.

Lalu saya biarkan idea itu datang nanti2 saje. ade orang dia mencari idea itu *

Apa makna cinta ya kawan-kawan ?

Yang membawa jalan kemurkaan ALLAH itu bukanlah cinta,

Betul.jikalau kita bawa seseorang itu jalan ALLAH tidak redha bermakna kita nie seolah-olah tidak bersyukur.

kita manusia yang selalu sahaja diberi pilihan samaada nak yang baik atau buruk? selalu sahaja kan kita pilih yang buruk betul tak?

reader geleng kepala dan tak faham maksud dia.


Baik,biar saya buatkan satu analogi cinta.Kita bayangkan kita nie ada dua biji epal satu yang dah dimakan dan ada belubang kemudian ada cacing pulak menghengap kt situ. Satu lagi kita ada buah epal yang dibalut tanpa disentuh dan disimpan rapi.Di balut kain merah.eh

lalu kita memilih yang mana kita nak makan ?semestinya kita pilih yang elok lagi sedap dan menyenangkan berbanding kita ambil buah yang sudah dirobek.Betulkan.

Tapi kita tidak pilih pun,ada yang memilih yang baik namun ada juga memilih yang kurang baik. 


Namun cinta itu satu fitrah yang mana cinta itu mampu berubah menjadi fitnah. Fitnah yang macamana? fitnah tu bila diri selalu disogok dengan laguan cinta,bila diri selalu menonton drama2 cinta-cintun.Bila diri melihat teman yang ada gf/bf dan lain-lain.

 CINTA itu MAMPU menjadi indah bila hati ditaut dengan cinta pada ALLAH swt 

 Dan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah (S.2: 165)
lagi ALLAH berfirman 

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.” Surah Ali-Imran ayat 185."

Bagaimana kawan-kawan ?

Nak tak berjuang menuju syurga ALLAH dan tinggalkan larangan nya?
Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya.

     YEA.kita berjaya kawan-kawan,bila kita letak ALLAH no satu dan jauhi segala larangan nya. SEMOGA ALLAH berikan JALAN untuk KITA terus berubah Menjadi KEKASIH yang DIA CINTAI. 

semoga ALLAH redha 
mrs blossem a.k.a khadijahmustafa
11:17 mlm






Dan ALLAH itu dekat di hati hamba nya.


dakwatuna.com – “Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186)
Ayat ini meskipun tidak berbicara tentang Ramadhan seperti pada tiga ayat sebelumnya (Al-Baqarah: 183-185) dan satu ayat sesudahnya (Al-Baqarah: 187), 

namun keterkaitannya dengan Ramadhan tetap ada. Jika tidak, maka ayat ini tidak akan berada dalam rangkaian ayat-ayat puasa seperti dalam susunan mushaf. Karena setiap ayat Al-Qur’an menurut Imam Al-Biqa’I merupakan satu kesatuan (wahdatul ayat) yang memiliki korelasi antar satu ayat dengan yang lainnya, baik dengan ayat sebelumnya atau sesudahnya. Disinilah salah satu bukti kemu’jizatan Al-Qur’an.


Kedekatan Allah dengan hambaNya yang dinyatakan oleh ayat di atas lebih khusus daripada kedekatan yang dinyatakan dalam surah Qaaf ayat 16: “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” yang bersifat umum. Kedekatan Allah dengan hambaNya dalam ayat di atas merupakan kedekatan yang sinergis, kedekatan yang aplikatif, tidak kedekatan yang hampa dan kosong, karena kedekatan ini terkait erat dengan doa dan amal shalih yang berhasil ditunjukkan oleh seorang hamba di bulan Ramadhan, sehingga merupakan motifasi terbesar yang memperkuat semangat ber Ramadhan dengan baik dan totalitas.


Dalam konteks ini, korelasi ayat doa dan kedekatan Allah yang khusus dengan hambaNya dengan ayat-ayat puasa (Ayatush Shiyam) paling tidak dapat dilihat dari empat hal berikut ini: Pertama, Salah satu dari pemaknaan Ramadhan sebagai Syahrun Mubarok yang menjanjikan beragam kebaikan adalah Syahrud Du’a dalam arti bulan berdoa atau lebih jelas lagi bulan dikabulkannya doa seperti yang diisyaratkan oleh ayat ini. 

Karenanya Rasulullah saw sendiri menjamin dalam sabdanya: “ Bagi orang yang berpuasa doa yang tidak akan ditolak oleh Allah swt.” (HR. Ibnu Majah). Kondusifitas ruhiyah seorang hamba di bulan Ramadhan yang mencapai puncaknya merupakan barometer kedekatannya dengan Allah yang juga berarti jaminan dikabukannya setiap permohonan dengan modal kedekatan tersebut.  Dalam kitab Al-Ma’arif As-Saniyyah Ibnu Qayyim menuturkan: “Jika terhimpun dalam doa seseorang kehadiran dan keskhusyuan hati, perasaan dan kondisi kejiwaan yang tunduk patuh serta ketepatan waktu yang mustajab, maka tidaklah sekali-kali doanya ditolak oleh Allah swt. Padahal di bulan Ramadhanlah kondisi dan situasi ‘ruhiyah’ yang terbaik hadir bersama dengan keta’atan dan kepatuhannya dengan perintah Allah swt.


Kedua, Ungkapan lembut Allah “ Sesungguhnya Aku dekat” merupakan komitmen Allah untuk senantiasa dekat dengan hambaNya, kapanpun dan dimanapun mereka berada.  Namun kedekatan Allah dengan hambaNya lebih terasa di bulan yang penuh dengan keberkahan ini dengan indikasi yang menonjol bahwa hambaNya juga melakukan pendekatan yang lebih intens dengan berbagai amal keshalihan yang mendekatkan diri mereka lebih dekat lagi dengan Rabbnya

. Padahal dalam sebuah hadits qudsi Allah memberikan jaminan: “Tidaklah hambaKu mendekat kepadaku sejengkal melainkan Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan berjalan melainkan Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari dan sebagainya”. (Muttafaqun Alaih)

Ketiga, Istijabah (falyastajibu li) yang dimaknai dengan kesiapan hamba Allah untuk menyahut dan melaksanakan setiap panggilanNya merupakan media dikabulkannya doa seseorang. Hal ini pernah dicontohkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang menceritakan tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Masing-masing dari ketiga orang tersebut menyebutkan amal shalih yang mereka lakukan sebagai media dan wasilah mereka berdoa kepada Allah. Dan ternyata Allah swt serta merta memenuhi permohonan masing-masing dari ketiga orang itu dengan ‘jaminan amal shalih yang mereka lakukan’.  Padahal bulan Ramadhan adalah bulan hadirnya segala kebaikan dan berbagai jenis amal ibadah yang tidak hadir di bulan yang lain; dari ibadah puasa, tilawah Al-Qur’an, Qiyamul Lail, Zakat, infaq, Ifthorus Shoim dan beragama ibadah lainnya. Kesemuanya merupakan rangkaian yang sangat erat kaitannya dengan pengabulan doa seseorang di hadapan Allah swt.  Dalam hal ini, Abu Dzar menyatakan: “Cukup doa yang sedikit jika dibarengi dengan kebaikan dan keta’atan seperti halnya garam yang sedikit cukup untuk kelezatan makanan”.


Keempat, Kata ‘la’alla secara bahasa menurut pengarang Tafsir Al-Kasyaf berasal dari kata ‘alla’ yang kemudian ditambah dengan lam di awal yang berarti ‘tarajji’ merupakan sebuah harapan yang langsung dari Zat Yang Maha memenuhi segala harapan. Logikanya, jika ada harapan maka ada semangat, apalagi yang berharap adalah Allah swt terhadap hambaNya sehingga tidak mungkin hambaNya menghampakan harapan Tuhan mereka. Karenanya rangkaian ayat-ayat puasa diawali dengan khitab untuk orang-orang yang beriman: “hai orang-orang yang beriman”. 

Dalam konteks ini, setiap hamba yang selalu mendekatkan diri dengan Allah tentu besar harapannya agar senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk Allah swt. Demikian redaksi ‘La’alla’ yang selalu mengakhiri ayat-ayat puasa termasuk ayat doa ini, menjadi korelasi tersendiri dalam bentuk keseragaman dengan ayat-ayat puasa sebelum dan sesudahnya ‘La’allakum Tattaqun, La’allakum Tasykurun, La’allahum Yarsyudun, dan La’allahum Yattaqun’.

Demikian pembacaan terhadap satu ayat yang disisipkan dalam rangkaian ayat-ayat puasa. Tentu tidak semata untuk memenuhi aspek keindahan bahasa. Namun lebih dari itu, terdapat korelasi dan hikmah yang patut diungkap untuk memperkaya pemaknaan terhadap Ramadhan yang terus akan mendatangi kita setiap tahun. Karena pemaknaan yang komprehensif terhadap ayat-ayat puasa akan turut mewarnai aktifitas Ramadhan kita yang berdampak pada peningkatan kualitas keimanan kita dari tahun ke tahun. Saatnya momentum special kedekatan Allah dengan hamba-hambaNya di bulan Ramadhan dioptimalisasikan dengan doa yang diiringi dengan amal shalih dan keta’atan kepadaNya.
Redaktur: Ardne

Khamis, Oktober 08, 2015

Entri Bulan Jun - 2015/06/17-


Entri Bulan Jun - 2015/06/17-

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم
كيف حالك؟
اشأالله فيه نعمة الاسلام و الأيمان

Alhamdulilah...pertama sekali penulisan ana semestinya untuk illahi,untuk ALLAH swt Karena dalam berkeadaan begini,ana sering kali bermaanfaat sebaik mungkin,sebagai seorang penulis blog dalam percutiaan semester ana mengambil keadaan ini untuk menulis,pratik perkara yang ana sering lupa. 

Dan 
sebetulnya penulisan pertama pada entri Bulan Jun,ana berharap mampu siapkan blog ini dengan sempurna.insyaALLAH

pada permulaan dan penceritaan pertama.
sebenarnya blog ini ana khaskan untuk penulisan manuskrip ana 
bertajuk Hanya Itu takdir ku.
ia dalam proses dahulu memandangkan ana sudah lama kehilangan idea dan selalu menjadi short bila ana buka laptop pasti bukan penulisan ana dahulu kan tapi mengupdate sofware dahulu. 
mungkin jua kerana minat. 

Ok.insyaALLAH 
entri kali ini hanya berkongsiaan dan apa yang baik itu ambillah dan yang buruk itu tegurlah berharap ini permulaan pertama pada tahun ini.
INSYAALLAH 

مع الاسلامة 
والى لقى.
 

Rabu, Oktober 07, 2015

Sharing di waktu malam..

Erk...

tajuk macam seram je kan.jadi nak kongsi sikit boleh?

selepas nie atau next post in shaa ALLAH makin ada bernambahan sikit.bila tgk balik kalander mula menulis dulu,belog ini dah lama tak update sejak ada belog baru.Tertinggai di belakang.

pastu nak share sikit ye.

Malam nie.Hari ini tengok satu drama komedi di tv3..hahahah lucu sangat2 keluarga  tuh.

KELUARGA PONTIMAU.

Kemudian..al kisah nya,seorang penulis dah kehabisan ide macam saya,Dia search pasal vampire dan tiger.Dia nak buat kisah novel.Lastly dia bosan dia terus  keluar dari bilik dia dan duk di tingkap pastu ternampak keluarga semacam tengah bergaduh.mereka keluarga baru pindah.Dua anak dan suami isteri.

Dia terakam dengan kata-kata suami tuh 

"apa awak nak saya tranformes jadi harium ke?' dialog si suami tuh. 

terus dia berhenti dan sambung tengok gelagat keluarga tuh.5 MINT lps tu terus dapat ide dia nak buat kisah keluarga vampire dan tiger.

"Nak buat kisah keluarga serius ke?

eh..tak boleh2,aku mana boleh buat kisah macam tu?

Tetetiba kereta kuning milik keluarga tuh berhenti balik.Dia muka peliks .

"napa lak nie?" si isteri tuh tanya.

"tertinggal kunci pulak" si suami tuh amik dan terus keluar. 

Penulis tu terus senyum sampai ke telinga.Dia dah dapat idea.Penulisan novel kisah kelurga vampire dan tiger komedi. 

"pontimau"

--------------------------------------------

last...saya rasa nak tidur lah...mengatuk pulak ...esok sambung eh..tahun nie saja baru update 4 post.hahaha..tak rajin post tapi selalu tukar template. jadi setiap buln just satu post je ...kot..
ado eh...

'