Rabu, Disember 10, 2014 | Disember 10, 2014 | 0 Lovers
Bismillah
Seperti mana kita pernah gila mencintai manusia, begitulah juga bagi orang-orang yg mencintai Tuhannya. Yang kurang makan-nya, memutuskan waktu tidur untuk kerap bertemu DIa. Memastikan setiap saat dalam ketersambungan bersama Tuhan.
Andai hari ini kita rasa masih banyak dosa, kita belum layak dicintai, belum layak berkongsi syurga, berjalan dan teruslah mencari. Jangan berhenti!
Jangan pernah berhenti mencari cinta dan redha Ilahi. Kerana akan kamu dapati, di situ terdapat suatu sinar menajadi petunjuk menyuluh jalan kita.
Jika hati banyak bergelut dosa, diri terkunci dicelah karat maksiat, tersumbat di lubang jahiliyah,
ayuh kembali sirami hati kita dengan CINTA pada Allah,
bajai hati dengan banyakkan ZIKRULLAH,
agar tidak lagi tergapa-gapai dalam gelap jalan, pengubat saat terpatah dalam mujahadah.
Terapkan dan lancarkan terlebih dahulu cinta buat Allah. Supaya saat bertemu kesulitan di masa depan, hati kita bisa cepat dilembutkan kerana sudah menggenggam cinta agung buat DIa.
Supaya dalam setiap nafas akan datang, kita tak pernah lelak melakukan segala kerja bila Allah menjadi obsesi utama.
Cinta pada Tuhan mampu mencairkan besi, menghancurkan batu, mengeluarkan segala isi bumi, membangunkan yang tidur, membangkitkan segala ruh dalam kehidupan
...itulah luar biasanya Cinta buat Allah.
Rasulullah juga seorang yang penuh dengan cinta.
'ketika Rasulullah berada di hadapan,
ku pandangi pesonanya dari kaki hingga hujung kepala,
tahukah kalian apa yang terjelma?
--Cinta!
(Abu Bakar as-Siddiq)
Lets learn to love.
Jangan menuntut diri kita dicintai tetapi mulailah dalam diri untuk mencurah dan memberi cinta pada Ilahi,
Kerana suatu masa ketika kita sedang melalui jalan berduri dan berliku-liku, cinta itu akan datang menyentuh dan memeluk kita, pasti :')
Tuhan berikan aku peluang merasai dua cinta,
supaya aku bisa bezakan cinta manakah yang lebih hebat rasanya,
cinta pada Tuhan atau cinta pada manusia.
Seperti mana kita pernah gila mencintai manusia, begitulah juga bagi orang-orang yg mencintai Tuhannya. Yang kurang makan-nya, memutuskan waktu tidur untuk kerap bertemu DIa. Memastikan setiap saat dalam ketersambungan bersama Tuhan.
Andai hari ini kita rasa masih banyak dosa, kita belum layak dicintai, belum layak berkongsi syurga, berjalan dan teruslah mencari. Jangan berhenti!
Jangan pernah berhenti mencari cinta dan redha Ilahi. Kerana akan kamu dapati, di situ terdapat suatu sinar menajadi petunjuk menyuluh jalan kita.
Jika hati banyak bergelut dosa, diri terkunci dicelah karat maksiat, tersumbat di lubang jahiliyah,
ayuh kembali sirami hati kita dengan CINTA pada Allah,
bajai hati dengan banyakkan ZIKRULLAH,
agar tidak lagi tergapa-gapai dalam gelap jalan, pengubat saat terpatah dalam mujahadah.
Terapkan dan lancarkan terlebih dahulu cinta buat Allah. Supaya saat bertemu kesulitan di masa depan, hati kita bisa cepat dilembutkan kerana sudah menggenggam cinta agung buat DIa.
Supaya dalam setiap nafas akan datang, kita tak pernah lelak melakukan segala kerja bila Allah menjadi obsesi utama.
Cinta pada Tuhan mampu mencairkan besi, menghancurkan batu, mengeluarkan segala isi bumi, membangunkan yang tidur, membangkitkan segala ruh dalam kehidupan
...itulah luar biasanya Cinta buat Allah.
Rasulullah juga seorang yang penuh dengan cinta.
'ketika Rasulullah berada di hadapan,
ku pandangi pesonanya dari kaki hingga hujung kepala,
tahukah kalian apa yang terjelma?
--Cinta!
(Abu Bakar as-Siddiq)
Lets learn to love.
Jangan menuntut diri kita dicintai tetapi mulailah dalam diri untuk mencurah dan memberi cinta pada Ilahi,
Kerana suatu masa ketika kita sedang melalui jalan berduri dan berliku-liku, cinta itu akan datang menyentuh dan memeluk kita, pasti :')
![]() |
| Empunya belog |
Label: ayat2 cinta, cinta .., cinta kpd sang pencipta, tentang cinta
Rabu, Mac 09, 2011 | Mac 09, 2011 | 0 Lovers
Assalamualiakum...marhabanbikum illa tinta permata
selawat dan salam keatas junjungan besar NABI MUHAMMAD SAW..serta keluarga dan sahabat2 baginda
TENTANG CINTA ...
ehm ..tjuk menarik yg blh ana kongsikan bersama dgn antum dan antuna ..
apa maksud cinta ?
mungkin bagi org yg tengah berhangat bercinta
mereka bisa mentafsirkan maksud disebalik cinta itu
kt sini ana ingin berkongsi laman web tentang cinta
kata org tak knl maka tak cinta
meh ana kongsikan ya
http://cinta-sufi.blogspot.com/
8 Pengertian Cinta Menurut Qur’an
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.
Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
3. Cinta Mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4. Cinta Syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6. Cinta Shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)
7. Cinta Syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi
8. Cinta Kulfah, yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)
Kehinaanku adalah KemuliaanMu
Kehilanganku adalah KerinduanMu
Ketiadaanku adalah KeabadianMu
Kepedihanku adalah CintaMu
Kekuranganku adalah KelebihanMu
Kesendirianku adalah pertemuanku denganMu
Kematianku adalah kebangkitanMu
Kebisuanku adalah TitahMu
Aku adalah Kamu, Kamu adalah Aku...
-Maulana Jalaludin Rumi-
Label: syair jalaludin rumi, tentang cinta


Template by:


