Navigation : Home | Facebook | Twitter | Follow | Dashboard | Newer | Older

❝ Someone Like U ❞



Sabtu, Oktober 10, 2015 | Oktober 10, 2015 | 0 Lovers

dakwatuna.com – “Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186)
Ayat ini meskipun tidak berbicara tentang Ramadhan seperti pada tiga ayat sebelumnya (Al-Baqarah: 183-185) dan satu ayat sesudahnya (Al-Baqarah: 187), 

namun keterkaitannya dengan Ramadhan tetap ada. Jika tidak, maka ayat ini tidak akan berada dalam rangkaian ayat-ayat puasa seperti dalam susunan mushaf. Karena setiap ayat Al-Qur’an menurut Imam Al-Biqa’I merupakan satu kesatuan (wahdatul ayat) yang memiliki korelasi antar satu ayat dengan yang lainnya, baik dengan ayat sebelumnya atau sesudahnya. Disinilah salah satu bukti kemu’jizatan Al-Qur’an.


Kedekatan Allah dengan hambaNya yang dinyatakan oleh ayat di atas lebih khusus daripada kedekatan yang dinyatakan dalam surah Qaaf ayat 16: “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” yang bersifat umum. Kedekatan Allah dengan hambaNya dalam ayat di atas merupakan kedekatan yang sinergis, kedekatan yang aplikatif, tidak kedekatan yang hampa dan kosong, karena kedekatan ini terkait erat dengan doa dan amal shalih yang berhasil ditunjukkan oleh seorang hamba di bulan Ramadhan, sehingga merupakan motifasi terbesar yang memperkuat semangat ber Ramadhan dengan baik dan totalitas.


Dalam konteks ini, korelasi ayat doa dan kedekatan Allah yang khusus dengan hambaNya dengan ayat-ayat puasa (Ayatush Shiyam) paling tidak dapat dilihat dari empat hal berikut ini: Pertama, Salah satu dari pemaknaan Ramadhan sebagai Syahrun Mubarok yang menjanjikan beragam kebaikan adalah Syahrud Du’a dalam arti bulan berdoa atau lebih jelas lagi bulan dikabulkannya doa seperti yang diisyaratkan oleh ayat ini. 

Karenanya Rasulullah saw sendiri menjamin dalam sabdanya: “ Bagi orang yang berpuasa doa yang tidak akan ditolak oleh Allah swt.” (HR. Ibnu Majah). Kondusifitas ruhiyah seorang hamba di bulan Ramadhan yang mencapai puncaknya merupakan barometer kedekatannya dengan Allah yang juga berarti jaminan dikabukannya setiap permohonan dengan modal kedekatan tersebut.  Dalam kitab Al-Ma’arif As-Saniyyah Ibnu Qayyim menuturkan: “Jika terhimpun dalam doa seseorang kehadiran dan keskhusyuan hati, perasaan dan kondisi kejiwaan yang tunduk patuh serta ketepatan waktu yang mustajab, maka tidaklah sekali-kali doanya ditolak oleh Allah swt. Padahal di bulan Ramadhanlah kondisi dan situasi ‘ruhiyah’ yang terbaik hadir bersama dengan keta’atan dan kepatuhannya dengan perintah Allah swt.


Kedua, Ungkapan lembut Allah “ Sesungguhnya Aku dekat” merupakan komitmen Allah untuk senantiasa dekat dengan hambaNya, kapanpun dan dimanapun mereka berada.  Namun kedekatan Allah dengan hambaNya lebih terasa di bulan yang penuh dengan keberkahan ini dengan indikasi yang menonjol bahwa hambaNya juga melakukan pendekatan yang lebih intens dengan berbagai amal keshalihan yang mendekatkan diri mereka lebih dekat lagi dengan Rabbnya

. Padahal dalam sebuah hadits qudsi Allah memberikan jaminan: “Tidaklah hambaKu mendekat kepadaku sejengkal melainkan Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan berjalan melainkan Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari dan sebagainya”. (Muttafaqun Alaih)

Ketiga, Istijabah (falyastajibu li) yang dimaknai dengan kesiapan hamba Allah untuk menyahut dan melaksanakan setiap panggilanNya merupakan media dikabulkannya doa seseorang. Hal ini pernah dicontohkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang menceritakan tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Masing-masing dari ketiga orang tersebut menyebutkan amal shalih yang mereka lakukan sebagai media dan wasilah mereka berdoa kepada Allah. Dan ternyata Allah swt serta merta memenuhi permohonan masing-masing dari ketiga orang itu dengan ‘jaminan amal shalih yang mereka lakukan’.  Padahal bulan Ramadhan adalah bulan hadirnya segala kebaikan dan berbagai jenis amal ibadah yang tidak hadir di bulan yang lain; dari ibadah puasa, tilawah Al-Qur’an, Qiyamul Lail, Zakat, infaq, Ifthorus Shoim dan beragama ibadah lainnya. Kesemuanya merupakan rangkaian yang sangat erat kaitannya dengan pengabulan doa seseorang di hadapan Allah swt.  Dalam hal ini, Abu Dzar menyatakan: “Cukup doa yang sedikit jika dibarengi dengan kebaikan dan keta’atan seperti halnya garam yang sedikit cukup untuk kelezatan makanan”.


Keempat, Kata ‘la’alla secara bahasa menurut pengarang Tafsir Al-Kasyaf berasal dari kata ‘alla’ yang kemudian ditambah dengan lam di awal yang berarti ‘tarajji’ merupakan sebuah harapan yang langsung dari Zat Yang Maha memenuhi segala harapan. Logikanya, jika ada harapan maka ada semangat, apalagi yang berharap adalah Allah swt terhadap hambaNya sehingga tidak mungkin hambaNya menghampakan harapan Tuhan mereka. Karenanya rangkaian ayat-ayat puasa diawali dengan khitab untuk orang-orang yang beriman: “hai orang-orang yang beriman”. 

Dalam konteks ini, setiap hamba yang selalu mendekatkan diri dengan Allah tentu besar harapannya agar senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk Allah swt. Demikian redaksi ‘La’alla’ yang selalu mengakhiri ayat-ayat puasa termasuk ayat doa ini, menjadi korelasi tersendiri dalam bentuk keseragaman dengan ayat-ayat puasa sebelum dan sesudahnya ‘La’allakum Tattaqun, La’allakum Tasykurun, La’allahum Yarsyudun, dan La’allahum Yattaqun’.

Demikian pembacaan terhadap satu ayat yang disisipkan dalam rangkaian ayat-ayat puasa. Tentu tidak semata untuk memenuhi aspek keindahan bahasa. Namun lebih dari itu, terdapat korelasi dan hikmah yang patut diungkap untuk memperkaya pemaknaan terhadap Ramadhan yang terus akan mendatangi kita setiap tahun. Karena pemaknaan yang komprehensif terhadap ayat-ayat puasa akan turut mewarnai aktifitas Ramadhan kita yang berdampak pada peningkatan kualitas keimanan kita dari tahun ke tahun. Saatnya momentum special kedekatan Allah dengan hamba-hambaNya di bulan Ramadhan dioptimalisasikan dengan doa yang diiringi dengan amal shalih dan keta’atan kepadaNya.
Redaktur: Ardne

Label: ,




Ahad, September 27, 2015 | September 27, 2015 | 0 Lovers
    


 Saat ALLAH mencintai seorang hamba,mengasihi seorang hamba.Allah swt mengisytiharkan nama dilangit.

Bagaimana?

           "wahai jibril!! ALLAH swt  panggil jibril A.S

"wahai jibril,aku mencintai seorang itu." tak cukup dengan itu ALLAH swt perintah Jibril A.S  memanggil para malaikat lalu ALLAH swt mengisytiharkan lagi. Dinukilan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah  r.a:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
 إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ. (رواه البخاري)
            Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini.” (HR. Bukhari).


Saat Allah mencintai seseorang,
Tempat pertama menerima sentuhan cinta ialah hati..
Disitulah Allah melenyapkan segala rasa putus asa
kemudian diganti dengan harapan dan keinginan untuk berubah...


Ketika Allah SWT mencintai hambanya, Allah yang maha tinggi tidak hanya cukup mengatakan aku cinta kepada orang ini! Tapi Allah umumkan kepada seluruh penjuru makhluk-Nya! Apa kata Allah dalam hadis tadi?

                                 “إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ

          “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia, lalu jibril pun mengumumkannya kepada seluruh makhluk di langit!”
فَيَقُولُ (جبريل): إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ.

          Maka Jibril pun mengumumkan kepada seluruh penduduk langit, para malaikat, para nabi, para wali Allah dari kalangan jin dan manusia, “Sesungguhnya Allah telah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua! Kemudian orang itu pun menjadi dicintai segenap makhluk Allah di muka bumi ini.”

Jika seseorang telah dicintai oleh Allah, maka hidup ini terasa tenang, damai, dan tentram penuh kasih sayang, perlindungan dan rahmat-Nya Ta’ala. Apa yang diminta akan diberi, apa yang diinginkan akan terkabul. Segala kebutuhannya akan dipenuhi, dan diakhirat mendapatkan ridho dan perlindungan-Nya dari siksa api neraka. Enak ga’ jadi orang kaya gini? Pasti doong… Dalam sebuah Hadis Qudsi Allah SWT berfirman:
من عاد لي وليا فقد آذنته بالحرب

          “Orang yang telah menjadi kekasih-Ku, maka aku akan selalu siap membantunya”
Siapakah Wali atau kekasih Allah itu?
اَلاَ إنَّ أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون الذين آمنوا وكانوا يتقون

“Ketahuilah sesungguhnya para waliyullah tidak merasa takut dan sedih, mereka adalah orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa”. Lalu Allah melanjutkan firman-Nya dalam Hadis Qudsi tadi:
وما تَقَرَّبَ إليَّ عبدي بشيئ أَحَبَّ إليَّ مما افترضتُهُ عليه ولا يزال عبدي يتقرَّبُ اليَّ بالنوافلَ حَتَّي أحبَّه فإذا أحببتُهُ كنتُ سمعَه الذي يسمع به وبصره الذي يُبْصِرُ به ويَدَهُ التي يَبطِش بها ورجلَه التي يَمشِي بها ولإن سألنيْ لأُعطينَّه ولإنِ استعاذَ بيْ لأُعيذنَّه.

Allah SWT berfirman, “Tidak seorangpun hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling aku cintai, melainkan dengan apa yang telah aku wajibkan kepadanya. Hambaku adalah orang yang selalu mengerjakan ibadah-ibadah nawafil (amalan-amalan sunnah) sehingga aku mencintainya. Ketika aku telah mencintainya, maka akulah yang akan menjadi telinga yang dia gunakan untuk mendengar, mata yang dia gunakan untuk melihat, tangan yang dia gunakan untuk memukul, kaki yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, pasti aku berikan, dan jika dia butuh perlindungan-Ku, pasti aku lindungi.”

Melalui Hadis Qudsi ini, kita bisa memahami bahwa seorang hamba yang sangat istimewa di hadapan Allah SWT adalah seorang hamba yang mampu memadukan antara suatu kewajiban (fara`idh) dengan amalan sunnah (nawafil) . Tidak ada artinya amalan sunnah, atau ibadah-ibadah yang sifatnya sekunder di saat hal-hal yang lebih wajib ditinggalkan. Kita mengerjakan sholat sunnah Dhuha atau shalat Qobliyah dan Ba’diyah misalkan, tetapi harus juga dengan tidak meninggalkan kewajiban sholat yang lima waktu yang fardhu. Kita menunaikan haji ke Baitullah untuk yang ke sekian kalinya, tetapi juga harus dengan melihat apakah orang-orang miskin disekeliling kita sudah tercukupi semua. Jangan sampai kita selalu melaksanakan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh baginda Rasulullah Saw, tetapi kita tidak menjaga tali silaturrahmi yang wajib.


Agak-agak tenang kah hidup kita begini, apabila ALLAH swt mengisytiharkan nama kita dihadapan para malaikat dan seisi alam.justeru biarkan dunia tidak menerima tapi bila ALLAH swt berikan keredhaan itu sudah dimiliki maka itu tidak penting.



Label: , ,




Selasa, Mei 26, 2015 | Mei 26, 2015 | 0 Lovers
ssalamu'alaikum Sejahtera buat calon suamiku, moga Allah sentiasa merahmati dan memberkati dirimu yang tidak pernah kutemui, namun doaku tidak pernah putus mengiringi setiap langkahmu demi meraih keredhaanNya…

“Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah,”Kumulakan warkah ini dengan bait indah yang ditinggalkan Rasulullah saw kepada seisi alam. Wanita solehah! Idaman semuamuslimin di alam maya ini..

Alhamdulillah, itulah anjuran Islam yang kita cintai, pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga baitul muslim yang bakal dibina tika sampai saat itu, insyaAllah.

Calon zaujku,”Dinikahi seorang wanita itu kerana empat perkara hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah hal keagamaannya, maka beruntunglah kedua-dua tanganmu..”

Telah dinukilkan panduan sepanjang zaman, itulah lirikan utama buatmu memilih calon isteri. Tiap baris itu telah menjadi hafalanku sejak aku mengenali dunia baligh ini.Jika harta yang kau idamkan, ketahuilah diriku tidak punya apa-apa harta di dunia ini melainkan ilmu agama yang telah dititipkan buatku oleh arwah umi dan arwah abah. Tiada harta untuk kupersembahkan dalam taklik ijab kita nanti

. Tiada harta sebagai jaminan bahawakau akan menikmati sedikit kesenangan apabila ijab bersaksi telah dilafazkan. Hanya ketenangan yang mampu aku sediakan buatmu kerana aku pernah terbaca kata-kata ..."Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nyaialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.¨ (Ar-Rum: 21)

Jika keturunan yang mulia itu yang kau dambakan, ketahuilah jua aku hanyalah sebatang kara di dunia ini. Arwah umi dan abah telah menitipkan aku di bawah pengawasan Allah sebagai penjaga mutlakdiriku. 

Namun apa yang pasti, aku adalah keturunan mulia, ayahanda Nabi Adam as dan bonda Hawa as, sama seperti mu. Ingin aku berkongsi lafaz sahih ini denganmu ...”... maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengasihi orang yang bertawakal kepadaNya. Jika Allah menolong kamu maka, tiada seseorangpun yang boleh menghalang kamu, dan jika ia mengecewakan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu sesudah Allah (menetapkan demikian) ? dan ingatlah kepada Allah jualah hendaknya orang yang beriman itu berserah diri...” (Ali Imran : 159-160)

Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahawa kau juga tidak terlepas seperti insan yang lain. Ketahuilah, jika kecantikan itu yang kau inginkan daripada diriku, kau telah tersalah langkah. 

Tiada kecantikan yang tidak terbanding untuk kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan kecantikan diriku ini dengan amalan ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Kau hanya membuang masa jika kau menginginkan kecantikan lahiriah semata-mata.Aku tidak menjanjikan aku mampu membahagiakan rumahtangga kita nanti, kerana aku memerlukan engkau untuk bersama-samaku menegakkan dakwah islamiyyah ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk membangunkan sebuah markas dakwah dan tarbiyyah ke arah jihad hambaNya kepada Penciptanya yang agung. 

Melalui pencarian ilmu agama bersama, marilah kita jadikan pernikahan ini sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekalkan ilmu agama yang telah dibekalkan ini, aku ingin menjadi isteri yang sentiasa mendapat keredhaan Allah dan suamiku untuk memudahkan aku membentuk usrah muslim antara aku, kau dan anak-anak kita untuk dibaiahkan dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Esa. 

Aku bercita-cita bergelar pendampingsolehah, seperti mana yang dijanjikan Rasul," Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada lelaki yang bangun di tengah malam lalu dia sembahyang dan membangunkan isterinya, maka sekiranya enggan juga bangun untuk bersembahyang, dia merenjiskan air ke mukanya. 


Semuga Allah memberi rahmat kurnia kepada wanita yang bangun di tengah malam lalu bersembahyang dan membangunkan suaminya. Maka jika dia enggan, dia merenjiskan air kemukanya." (Riwayat Abu Daud dengan Isnad yang sahih)

Renungilah FirmanNya ini, lalu kau akan tahu hakikat diriku dan dirimu dipertemukan oleh Allah atas namanya pertemuan dan jodoh.“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa’ : 1)

Calon Suamiku yang dirahmati,"


 Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan kerana mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagiandari harta mereka".(An-Nissa':34)

Membenarkan seperti apa yang telah Dia katakan dalam QalamNya yang mulia, aku meyakini bahawa engkau adalah pemimpin untukku dan anak-anak pewariskejihadan Islam yang bakal lahir. Jadikanlah pernikahan ini sebagai asas pembangunan iman dan bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai tunjang nafsu semata-mata.

 Moga diriku dan dirimu sentiasa didampingi kerahmatan dan keredhaanNya. Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan syura kesabaran, qanaah ketabahan moga kita akan menjadi salah satu daripada jemaah saf menuju ke syurga insyaAllah.Ingin aku berbicara membimbangkan akanmengenai pemberianmu kepadaku.

 Kau terlalu Ketahuilah, kehendak bersifat duniawi semata-mata. Benar?! aku tidak menginginkan hantaran bersusun, mas khawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai erti kita dipertemukan oleh Allah atas dasar agama.

 Cukuplah seandainya, maharku sebuah Qalam Mulia, Al-Quran, kerana aku meyakini Qalam itu mampu memimpin rumahtangga kita dalam meraih keredhaanNya bukan kekayaan dunia yangbersifat sementara. Bantulah aku dalam menjayakan agama Allah ini melalui pernikahan, kerana ia adalah laluan untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, insyaAllah. 

Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada kekayaan duniawi yang kau sediakan. Kutitipkan sebahagian daripada pembacaanku dalam Jalan Dakwah Mustaffa Masyhur, tidak lagi wujud keborosan dan kebakhilan kerana semuanya berada di dalam udara Qana'ah (berpuas hati dengan apa yang ada), redhadan yakin bahawa dunia ini bukanlah negara Janatunna'im. 

Lihatlah rumahtangga Rasulullah s.a.w kadang-kadang berlalu sebulan demi sebulan, pernah dapurnya tidak berasap kerana tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak

. Walaupun demikian susahnya, rumahtangga Rasulullah s.a.w tetap menjadi rumahtangga yang paling bahagiayang tidak ada tolok bandingnya hingga kehari ini.Terlalu panjang rasanya aku mencoretkan warkah ini.

 Cukup dahulu buat tika ini, andai diizinkan aku akan kembali menitipkankan lagi kiriman bertintakan hatiini. Akhir bicara, maaf andai tiada pertemuan yang kususuli kerana padaku biarlah merindu daripada jemu tatkala kita disatukan.


Wassalam

-Ehm..rasanya tak perlu letakkan gambarkan bukan,-

Label: , , ,




Rabu, Disember 10, 2014 | Disember 10, 2014 | 0 Lovers
Bismillah


Tuhan berikan aku peluang merasai dua cinta,
supaya aku bisa bezakan cinta manakah yang lebih hebat rasanya,

cinta pada Tuhan atau cinta pada manusia.

Seperti mana kita pernah gila mencintai manusia, begitulah juga bagi orang-orang yg mencintai Tuhannya. Yang kurang makan-nya, memutuskan waktu tidur untuk kerap bertemu DIa. Memastikan setiap saat dalam ketersambungan bersama Tuhan.

Andai hari ini kita rasa masih banyak dosa, kita belum layak dicintai, belum layak berkongsi syurga, berjalan dan teruslah mencari. Jangan berhenti!

Jangan pernah berhenti mencari cinta dan redha Ilahi. Kerana akan kamu dapati, di situ terdapat suatu sinar menajadi petunjuk menyuluh jalan kita. 
Jika hati banyak bergelut dosa, diri terkunci dicelah karat maksiat, tersumbat di lubang jahiliyah,
ayuh kembali sirami hati kita dengan CINTA pada Allah, 
bajai hati dengan banyakkan ZIKRULLAH,
agar tidak lagi tergapa-gapai dalam gelap jalan, pengubat saat terpatah dalam mujahadah.

Terapkan dan lancarkan terlebih dahulu cinta buat Allah. Supaya saat bertemu kesulitan di masa depan, hati kita bisa cepat dilembutkan kerana sudah menggenggam cinta agung buat DIa. 
Supaya dalam setiap nafas akan datang, kita tak pernah lelak melakukan segala kerja bila Allah menjadi obsesi utama.

Cinta pada Tuhan mampu mencairkan besi, menghancurkan batu, mengeluarkan segala isi bumi, membangunkan yang tidur, membangkitkan segala ruh dalam kehidupan
...itulah luar biasanya Cinta buat Allah.

Rasulullah juga seorang yang penuh dengan cinta.

'ketika Rasulullah berada di hadapan, 
ku pandangi pesonanya dari kaki hingga hujung kepala,
tahukah kalian apa yang terjelma?
--Cinta!
(Abu Bakar as-Siddiq)

Lets learn to love.
Jangan menuntut diri kita dicintai tetapi mulailah dalam diri untuk mencurah dan memberi cinta pada Ilahi, 
Kerana suatu masa ketika kita sedang melalui jalan berduri dan berliku-liku, cinta itu akan datang menyentuh dan memeluk kita, pasti :')


Empunya belog 


Label: , , ,




Khamis, November 20, 2014 | November 20, 2014 | 0 Lovers
314740_178646632216792_178384798909642_378416_498535849_n

Kapten SAN JIN GU ...

Satu hal yang buatkan hari ini bergetar apabila ana turut terasa perkara yang sama dialami kapten san jin gu , kerna hal solat - solat berikan ketenangan bukan kerna pratikal sebagai latihan yoga atau selainnya tapi kerna pada diri ku :

Apabila ikhlas
akan lahir dari hati
perasan ingin tahu dan yakin
itu jalan yang ALLAH berikan .



----------------------------------------------------------------

KAPTEN San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.
Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.
Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yabg ia pimpin (disamping Yoga), dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.
Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.
Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.
Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandanya – untuk juga memeluk Islam. [sahabatstars]

sumber : mengapa-kapten-san-jin-gu-memeluk-islam-

-----------------------------------------------------------------------------------------

Label: , , ,




Jumaat, Februari 18, 2011 | Februari 18, 2011 | 0 Lovers
1:kekuatan berfikir

 Cinta bermula dari fikiran kita. Berfikir tentang pasangan ideal yang ingin kamu kenali akan membantu kamu mengenali dia, ketika kamu akhirnya bertemu dengan orang yang tepat tersebut.




2: kekuatan untuk menghormati
 
Kamu tidak mampu mencintai seseorang atau apasaja kalau kamu tidak menghormati mereka. Orang pertama yang patut kamu hormati ialah dirimu sendiri. Untuk mulai menghormati diri sendiri, kita patut bertanya pada diri sendiri “apa yang aku hormati dalam diriku?”. Untuk mendapat perasaan hormat dari orang lain, bahkan dari orang yang kamu tidak suka, kita patut bertanya pada diri sendiri.”apa


yang aku hormati dalam diri mereka?”.



3: kekuatan untuk memberi
 
Jika kamu mahu menerima cinta, kamu harus mampu memberikannya terlebih dahulu. Makin banyak cinta kamu beri, makin banyak yang akan kamu terima. Mencintai sama ertinya dengan memberi cinta tulus pada dirimu sendiri. Belajarlah untuk melakukan berbagai macam kebaikan. Formula rahsia untuk meciptakan hubungan yang ceria,penuh cinta,dan abadi adalah dengan selalu berfikir “Apa yang dapat aku beri?”dan bukan Apa yang akan aku dapat?”.



4; kekuatanpersahabatan

Untuk mencari cinta sejati,kamu mesti mencari sahabat sejati

terlebih dahulu. Cinta bukan bererti mata kalian saling
berpandangan, tapi lebih bererti bersama – sama melihat ke satu tujuan. Untuk mencintai seseorang seutuhnya, kamu harus mencintai keperibadiannya, bukan fizikalnya.

Persahabatan adalah tanah dimana benih cinta dapat tumbuh. Jika kamu ingin membawa cinta ke suatu hubungan, kamu harus menciptakan persahabatan terlebih dahulu.


                                 http://ayatcinta.wordpress.com/



Label:




| Februari 18, 2011 | 0 Lovers
1:kekuatan berfikir

 Cinta bermula dari fikiran kita. Berfikir tentang pasangan ideal yang ingin kamu kenali akan membantu kamu mengenali dia, ketika kamu akhirnya bertemu dengan orang yang tepat tersebut.




2: kekuatan untuk menghormati
 
Kamu tidak mampu mencintai seseorang atau apasaja kalau kamu tidak menghormati mereka. Orang pertama yang patut kamu hormati ialah dirimu sendiri. Untuk mulai menghormati diri sendiri, kita patut bertanya pada diri sendiri “apa yang aku hormati dalam diriku?”. Untuk mendapat perasaan hormat dari orang lain, bahkan dari orang yang kamu tidak suka, kita patut bertanya pada diri sendiri.”apa


yang aku hormati dalam diri mereka?”.



3: kekuatan untuk memberi
 
Jika kamu mahu menerima cinta, kamu harus mampu memberikannya terlebih dahulu. Makin banyak cinta kamu beri, makin banyak yang akan kamu terima. Mencintai sama ertinya dengan memberi cinta tulus pada dirimu sendiri. Belajarlah untuk melakukan berbagai macam kebaikan. Formula rahsia untuk meciptakan hubungan yang ceria,penuh cinta,dan abadi adalah dengan selalu berfikir “Apa yang dapat aku beri?”dan bukan Apa yang akan aku dapat?”.



4; kekuatanpersahabatan

Untuk mencari cinta sejati,kamu mesti mencari sahabat sejati

terlebih dahulu. Cinta bukan bererti mata kalian saling
berpandangan, tapi lebih bererti bersama – sama melihat ke satu tujuan. Untuk mencintai seseorang seutuhnya, kamu harus mencintai keperibadiannya, bukan fizikalnya.

Persahabatan adalah tanah dimana benih cinta dapat tumbuh. Jika kamu ingin membawa cinta ke suatu hubungan, kamu harus menciptakan persahabatan terlebih dahulu.


                                 http://ayatcinta.wordpress.com/



Label: